Wartanakes.com (Jawa Barat) – Komitmen institusi pendidikan dalam mewujudkan Tridharma Perguruan, salah satunya pengabdian kepada masyarakat kembali memberi manfaat dan diapresiasi.
Kali ini Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bersama dosen, mahasiswa pascasarjana, dan alumni menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Temani Usia Lanjut untuk Sehat (TULUS) Lanjutan di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) dan Sabtu (31/10/2026).
Pada tahun kedua pelaksanaannya, memperkenalkan program Aplikasi TULUS Terpadu, sebuah inovasi digital berbasis mobile health untuk mendukung skrining dini demensia dan pencatatan kesehatan lansia, sekaligus meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan TULUS sebelumnya yang membekali kader dengan pengetahuan mengenai pencegahan demensia dan pemeliharaan kesehatan lansia. Saat tahap lanjutan, tim mengembangkan pendekatan digital untuk menjawab kendala pencatatan dan pelaporan kesehatan lansia di tingkat komunitas yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Melalui aplikasi TULUS Terpadu, kader dapat melakukan skrining kognitif dengan hasil penilaian otomatis, merekap data secara langsung, serta menyimpan informasi kesehatan lansia melalui sistem berbasis cloud.
Adapun kegiatan pertama, Sabtu (24/10/2026) dilaksanakan pelatihan diikuti 26 kader Posyandu Jasmine dan Posyandu Cherry. Dimana Ketua program, Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D., menyampaikan pentingnya menjaga kualitas hidup lansia, termasuk mencegah kesepian dan isolasi sosial.
Pelaksanaannya melibatkan Rita Ismail, S.Kp., M.K.M., MTD(HE)., Ph.D., sedangkan materi disampaikan oleh Yossie Susanti Eka Putri, S.Kp., M.N., Ph.D., dan Dr. Ns. Dikha Ayu Kurnia, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB. Keduanya menekankan bahwa demensia bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan. Para kader juga diajak untuk mengenali tanda-tanda awal demensia serta menerapkan stimulasi kognitif sederhana, seperti berbincang dan bermain teka-teki bersama lansia.
Setelah penyampaian materi, para kader mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi dan praktik langsung melakukan skrining kognitif dengan pendampingan tim pelaksana.
Kegiatan ini turut didukung oleh mahasiswa magister FIK UI: Ns. Yuliana Adestia Widya Kusuma Pratiwi, S.Kep., Ns., Melya Andika Sari, S.Kep., Ns., Susila Wahiddiyah, S.Kep., dan Ns. Matilda Putri Hadia, S.Kep dan mahasiswa doktoral keperawatan UI: Ns. Sudirman Efendi, S.Kep.,M.Kep dan alumni FIK UI yaitu Ns. Ganar Rajni Fathariq, S.Kep., M.Kep., Ns. Sitta Diani Fichara, S.Kep.,M.Kep., serta Ns. Khairunnisa Bakhitah, S.Tr,Kep.,M.Kep.
Rangkaian kegiatan kedua dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) bersamaan dengan kegiatan Posyandu lansia yang melibatkan 18 kader dan 30 lansia.
Di kesempatan ini, kader mulai menerapkan Aplikasi TULUS Terpadu secara langsung dalam pelayanan masyarakat. Para lansia juga mendapatkan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan gula darah secara gratis, serta skrining demensia. Selain itu, keluarga lansia diberikan edukasi mengenai cara mendampingi anggota keluarga yang mengalami penurunan daya ingat di rumah.
Sedangkan pemateri, Rita Ismail, S.Kp., M.K.M., MTD(HE)., Ph.D., Dosen Keperawatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, menyampaikan materi berkaitan senam kegel. Materi ini bertujuan memperkenalkan latihan sederhana yang dapat dilakukan lansia untuk mendukung kesehatan dan kualitas hidup, khususnya dalam menjaga fungsi otot dasar panggul.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan Agus Sulaeman, S.H., selaku Plt. Lurah Tirtajaya, dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat setempat. Kehadiran program TULUS diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lansia.
Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan kader sebesar 80,8% dari hasil pre-test ke post-test. Sementara itu, tingkat kepuasan kader terhadap penggunaan aplikasi berada pada kategori sangat puas. Hasil ini menunjukkan respons positif terhadap pelatihan dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan kesehatan lansia di tingkat komunitas.
Selain itu Ketua Posyandu Jasmine, Dewi Wijayanti, S.Kom., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Dengan aplikasi ini, kader tidak lagi repot mencatat manual dan hasil skrining langsung terlihat. Warga juga jadi lebih paham bahwa pikun perlu diperiksa,” tutur Dewi.
Demi keberlanjutan program, tim FIK UI menyerahkan plakat dan modul panduan penggunaan aplikasi kepada kader Posyandu Jasmine. Penyerahan ini diharapkan dapat membantu kader dalam mengoperasikan aplikasi secara mandiri dan mengintegrasikan skrining kesehatan lansia ke dalam kegiatan pelayanan rutin.
Sementara itu, Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D menyampaikan bahwa TULUS Lanjutan merupakan langkah awal dalam mendorong digitalisasi layanan kesehatan lansia di tingkat komunitas. “Kami berharap deteksi dini demensia menjadi layanan rutin di posyandu, dan model ini dapat direplikasi di wilayah lain,” imbuhnya.
Program ini didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Penugasan Universitas Indonesia Tahun 2026. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-10 tentang berkurangnya kesenjangan. (Red)
