Wartanakes.com (Bogor) – Kepedulian insan institusi pendidikan terhadap kesehatan masyarakat kembali direalisasikan melalui pengabdian tulus dan berkesinambungan serta berfokus dalam menunjang program pemerintah bidang kesehatan.
Sehubungan itu Universitas Esa Unggul Kampus Jakarta kembali melaksanakan bakti sosial (baksos) di Majelis Taklim Atthosiyah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dr. dr. Duta Liana, MARS., FISQua selaku dosen dan pengajar di Universitas Esa Unggul khususnya Program Studi Magister Adminitrasi Rumah Sakit (MARS) di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), mewakili pihak kampus memberikan sambutan sebelum baksos berlangsung.
Saat pembukaan acara dihadiri Umi Syifa Al Habsyi sebagai Pimpinan MT Atthosiyah, Dosen Departemen Radiologi FKG UI dan para undangan lainnya.
Rangkaian Baksos meliputi pemeriksaan kesehatan oleh dokter umum, sekaligus pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolestrol serta edukasi & pencegahan TBC yang mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
“Kegiatan baksos ini sudah dilakukan lebih dari 20 tahun, yang juga dalam rangkaian acara Maulid (Nabi Muhammad SAW), seingat saya sudah 25 tahun. Sementara melibatkan Universitas Esa Unggul baru tahun ke empat,” ungkap Dr. dr. Duta Liana, MARS., FISQua di area halaman Masjid Alfalah Al Alawiyin, Kp Tlajung, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Ketua pelaksana kegiatan baksos ini menerangkan upaya ini bertujuan dapat memberi manfaat bagi masyarakat maupun pihak institusi pendidikannya, yang mana untuk masyarakat sendiri sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatannya.
“Bagi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan, melalui penyediaan pemeriksaan kesehatan massal secara gratis bagi masyarakat sekitar majelis taklim, namun belum bisa menjangkau lebih banyak, targetnya kurang lebih sekitar 150 hingga 200 orang,” ucapnya.
Duta Liana kagum pada saat pelaksanaannya mendapatkan bantuan dari puskesmas terdekat, kader-kader maupun ibu PKK termasuk keterlibatan Bety Yulia selaku Lurah Cikeas Udik telah mendukung atau mensupport adanya kegiatan sosial tersebut.
“Beliau (Lurah Cikeas Udik) menyempatkan diri dari kesibukannya, mengunjungi kita untuk hadir sebagai upaya meningkatkan kepercayaan dan kesehatan masyarakatnya,” ujarnya.
Sementara dari sisi Universitas Esa Unggul, menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi adanya pengajaran, penelitian dan pengabdian bagi masyarakat. Untuk itulah pengabdian masyarakat, diterangkannya menjadi kewajiban bagi para dosen termasuk mahasiswa untuk merealisasikannya.
“Jadi saya sebagai salah satu dosen dan juga menjadi bagian dari majelis taklim ini sebagai pengurus juga anggota, kemudian melibatkan Universitas Esa Unggul ini dalam Tri Dharma tadi,” jelasnya.
Dirinya juga sudah mengajak beberapa dosen untuk terlibat, namun kali ini ada dua dosen lagi dari bidang gizi dan keperawatan yang tidak bisa hadir dikarenakan sakit, sehingga diharapkannya tahun depan lebih banyak lagi yang terlibat.
Disamping itu, Duta Liana mengajak para dosen juga lebih memprioritaskan ke arah penelitian, dimana dari pengalaman bakti sosial selama 2 tahun terakhir ini telah diterapkan bersama mahasiswanya.
“Saya dampingi secara pararel, dimana pengabdian plus penelitian, maksudnya dalam satu momen kegiatan ini bisa ada dua tujuan yang diterapkan,” katanya.
“Dimana saya berpikir kreatif saja, bahwa untuk meningkatkan kinerja beban dosen, dimana dituntut adanya tri dharma tadi, yang mana 1 momen ini bisa ternyata dua manfaat,” sambungnya.
Selain itu, melalui kegiatan baksos ini diharapkannya masyarakat disini menjadi sehat, peduli kesehatan, dapat berobat rutin, dan kalterasa sakit, mereka percaya atas pelayanan fasilitas kesehatan melalui kompetensi dokter.
Diterangkannya juga, pada jaman dahulu masih ada masyarakat yang berobat kepada mantri maupun dukun, namun sekarang ini mereka telah dibuka wawasannya untuk berobat kepada pada dokter, mengunjungi puskesmas di kelurahan/desa atau kecamatan termasuk klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang benar.
Mengakhiri keterangannya, dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan sehat perlu adanya upaya optimal seperti melalui edukasi kesehatan dan terus konsisten mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit terutama yang menular.
“Berkaitan dengan penyakit seperti penyakit TBC, HIV dan penyakit menular lainnya maupun penyakit tidak menular bisa kita cegah atau turunkan penyebarannya,” pungkasnya. (Red)
