Wartanakes.com (Jakarta) – Momentum Hari Raya Idul Adha berkaitan erat dengan penyembelihan hewan kurban, dimana dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat, termasuk proses pelaksanaannya melalui prosedur yang benar.

Melalui patungan kurban yang digagas Yayasan Bustanul Akbar Mufidah yang baru melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan memprioritaskan daging yang dihasilkan berkualitas menjadi perhatian bersama.
Dimana pihak Yayasan melibatkan Dakwah Sembelih Halal (DSH) Jakarta Timur saat prosesi penyembelihannya, sebagai upaya untuk menerapkan syar’i demi menjaga daging kurban itu agar tetap sehat untuk dikonsumsi.

Program patungan kurban ini bertujuan memudahkan umat muslim dan unit dibawah Yayasan dapat menunaikan ibadah kurban yang merupakan sunnah muakkad menurut jumhur ulama.
Satiya Mulya, SE selaku Ketua Yayasan Bustanul Akbar Mufidah merespon positif atas kelancaran dan ketuntasan kegiatan kurban tahun ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan unit yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Tahun depan kita maksimalkan lagi, kalau tahun ini baru Unit dibawah yayasan yang ikut berqurban, tahun depan Insya Allah bisa lingkungan sekitar dengan paket harga yang murah dengan tujuan mempermudah ibadah saudara-saudara kita lainnya,” ungkap Satiya di sela-sela kegiatan kurban yang berlangsung di Yayasan Bustanul Akbar Mufidah, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (30/5/2026).
Uniknya di Yayasan ini juga ada unit Jumat Berkah yang mayoritas kaum ibu-ibu yang diberikan pelatihan sebagai Juru Sembelih halal dari berbagai wilayah, diantaranya Jakarta, Cileungsi, Jati Asih dan Wahana Pondok Gede.

Tentunya pelatihan mandiri ini bertujuan agar para ibu atau kaum hawa dapat melakukan penyembelihan halal dan toyyib untuk hewan kurbannya sendiri, sebagaimana sabda Baginda Rosulullah.
Berdasarkan penjelasan yang didapat, bahwa Nabi Muhammad SAW berkurban dengan dua ekor domba putih keabu abuan yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri seraya membaca basmalah dan takbir, serta meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh (leher) keduanya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam keterlibatannya, DSH Jakarta Timur dipercaya sebagai mentor dan juga Trainer dalam kegiatan ini, dimana telah berhasil menjalankan amanah dengan menyembelih 1 ekor Sapi dan 5 Kambing.

Untuk kedepannya, Yayasan Bustanul Akbar Mufidah dan juga semua Unitnya diupayakan berperan aktif menggalakan program Sunnah Kurban demi menebar manfaat di tengah Ummat.
Berkaitan menghindari darah yang menempel pada daging kurban setelah disembelih, yang mana hal itu merupakan salah satu dasar untuk menjaga kualitas daging terjaga, juga telah diupayakan oleh Tim DSH.

Sebagai tambahan pengetahuan pula, bahwa daging yang sehat itu tidak banyak mengandung darah, dimana darah itu bisa mengumpal, bercampur dengan daging, sehingga perlu diantisipasi dengan baik, maka perlu melakukan penyembelihan secara hukum syariat Islam demi merealisasikan halalal dan toyyiban agar daging yang dikonsumsi aman dan tetap sehat. (Red)

